Bener-bener been a while ya saudara-saudara. Jujur niat berkunjung kesini gara-gara random aja, tiba-tiba ingat punya blog dan ya why not kita berkunjung. Gak nyangka tulisan terakhir yang aku tulis di sini tahun 2024 ada banyak harapan dan pertanyaan yang ternyata terjawab di 2025
Awal 2025, aku udah lulus CPNS dan menjadi seorang dosen di salah satu perguruan tinggi di kotaku. Hal yang tidak ku sangka dan beyond of my expectation, masya Allah. Jujur menjadi seorang dosen atau seorang yang tampil di depan publik tidak pernah menjadi cita-citaku, bahkan terpikir sesaat pun tidak pernah. Tapi ayahku pernah ngomong bahwa hal yang selalu ia minta pada Tuhan adalah agar anaknya mendapat kerjaan yang tidak hanya baik untuk dunia, tetapi juga baik untuk akhirat. Dan apa yang lebih baik selain itu daripada seorang pengajar?
Hal baik lainnya adalah keinginanku dan sudah kodratku menjadi seorang wanita yang kelak menjadi seorang istri dan ibu dari anak-anakku. Aku ingin menjadi ibu yang ada di setiap proses yang anak-anakku lalui dan ku rasa aku tidak akan bisa mewujudkan hal tersebut jika aku masih berada di kantor 8 to 5. Jadilah aku berfikir bahwa pekerjaan ini kiranya akan membawa banyak sekali manfaat untukku dan calon keluargaku kelak.
Meskipun begitu, aku sadar bahwa passionku bukan berbicara di depan banyak orang. Aku terlalu kaku untuk itu, dan kira-kira bagaimana aku akan melewatinya nanti?
Pertanyaan tersebut, pertanyaan yang hampir setiap hari lewat di benakku setelah aku dinyatakan lulus. Pertanyaan lainnya adalah apakah aku capable untuk menjadi seorang pengajar? apakah mahasiswa-mahasiswaku akan mengerti dengan apa yang aku katakan? apakah ilmuku sudah cukup untuk mengajari mereka?
Pertanyaan-pertanyaan itu semakin menjadi-jadi mendekati awal semester, sesaat setelah ditentukannya mata kuliah apa saja yang akan aku ampuh untuk semester tersebut. Hal baik terjadi ketika awal kelas, hari itu aku di dalam kelas online, dosen senior yang juga merupakan tim teachingku di mata kuliah memperkenalkan aku kepada mahasiswa sekaligus memintaku menambahkan tambahan penjelasan terkait materi hari itu. Kalau boleh jujur, tanganku gemetar saat itu, aku tidak ada persiapan sama sekali untuk mengajar hari itu. Tetapi saat diminta menambahkan, aku menyadari bahwa aku harus berbicara saat itu. Berbekal pengalaman sebagai praktisi, aku mulai mengaitkan teori yang telah disampaikan oleh seniorku dengan pengalaman yang aku alami di lapangan. Dan yah it worked perfectly
Hari itu, meskipun dengan tangan gemetar, aku menyadari bahwa mungkin aku akan menyukai dunia pengajaran ini. Entah mengapa, ada perasaan bahagia yang muncul sesaat setelah mahasiswaku berterima kasih atas jawaban yang aku berikan terkait pertanyaannya.
Hal baik lainnya terjadi setelah pertemuan kelas offline, pertemuan terakhir dengan mahasiswaku di kelas karena minggu depan akan ada pergantian dosen sesuai tim teaching. Sesaat setelah kelas berakhir, aku sedang menunggu jemputan dan segerombolan mahasiswa datang menghampiri.
"Ibu mau izin foto" katanya
Jujur saja hal pertama yang terlintas di kepalaku saat mendengar mereka berkata seperti itu adalah mereka memintaku untuk memotret mereka. Nyatanya aku salah, justru mereka ingin berfoto denganku sebagai kenang-kenangan katanya. Aku katakan bahwa mungkin kami akan bertemu kembali, mungkin saja aku akan jadi pembimbing mereka saat skripsi nanti. Kalimat itu di sambut "aamiin" oleh mereka dengan nada penuh semangat.
Bohong jika aku bilang aku tidak senang dengan apa yang mereka sampaikan, memang benar mungkin apa yang mereka katakan adalah sesuatu yang di hiperbolakan, tetapi untuk manusia introvert ini, ucapan tersebut nyatanya membuat hariku bahagia dan menjadi semangat untuk mempelajari banyak hal agar kelak dapat berbagi dengan mahasiswaku
Segitu dulu untuk update life 2025 ini, sudah adzan.
Xoxo,
Ifah


0 komentar:
Posting Komentar